Tips Mudah Membedakan Aki Soak dan Kurang Setrum

Advertisement
Seperti kita ketahui bahwa aki mempunyai peranan yang sangat penting sekali pada kendaraan baik mobil ataupun sepeda motor.

Berbagai masalah sering ditemui pada mobil yang telah berumur sehubungan dengan pemakaian yang telah lama memnyebabkan komponen-komponen kendaraan sudah menurun kekuatanya. Namun tak hanya mobil lawas, mobil yang sering digunakan harian juga bisa mengalami masalah terutama pada bagian kelistrikan yang bersumber dari aki.

Hanya saja, masalah pada bagian aki ini tak banyak diketahui para pemiliknya. Pasalnya, masalah pada aki bisa dikarenakan dua sebab yakni memang telah soak atau hanya kurang setrum. Tak jarang kasus ini sering terjadi tanpa diketahui pemilik.

Oleh karena itu, diharapkan para pemilik kendaraan dapat mengetahui apakah itu aki soak atau kurang setrum.

Untuk aki soak dikarenakan kemampuan komponen internal menyimpan energi listrik telah memasuki masa pensiun. Sedangkan aki adalah baterai yang terisi ulang ketika mesin sedang dihidupkan.

Komponen aki ini memang tak bisa selamanya bisa bekerja dengan baik. Terlebih jika kita sembarangan dalam pemakaian kendaraan.

Jika aki soak, begitu mesin mati, tegangan yang disimpan tidak lagi normal buat menyalakan lagi mesin. Ketika kunci kontak diputar saat starter, mesin mobil tidak mau hidup. Salah satu indikasinya, suara dinamo starter terdengar lemah tidak mampu mengankat putaran fly wheel sehingga mesin tidak mau hidup.

Aki tekor saat dalam perjalanan dikarenakan rusaknya system pengisian yang menyebabkan pengisian aki tidak maksimal saat mesin hidup.

Pemakaian aki yang tidak  sesuai dengan ketentuan yang disarankan untuk kendaraan menjadi salah satu faktor aki soak. Aki yang seharusnya bertegangan 12 Volt,  40 Ampere, namun diberikan hanya 20 Ampere.

Indikasi mobil tidak mau menyala juga terasa sama bila aki kurang setrum, tapi penyebabnya berbeda. Kurang setrum bisa disebabkan energi terbuang saat mesin tidak hidup. Contohnya, salah satu lampu menyala, saat mesin mati.

Aki mobil biasanya memiliki 12 volt, untuk dapat menyalakan mobil dibutuhkan setidaknya 9 volt. Aki soak tidak dapat diperbaiki dan harus segera diganti dengan yang baru. Sedangkan aki kurang setrum masih bisa diisi ulang kembali.

Suhu temperatur yang terdapat di sekitar aki juga menjadi salah satu faktor aki bisa cepat rusak. Terlebih pada aki yang secara langsung terkena panasnya kipas radiator mobil.

Soaknya aki bisa dilihat dari level air aki yang terlihat mengembang atau hancur. Level air aki harusnya berada di antara lower dan upper . Untuk itu, lebih baik mengganti aki tersebut, karena dengan melakukan pengecasan pada aki tidak akan membantu .

Dampak Melepas Busi Saat Mesin Masih Panas

Sebagian pengendara masih saja ada yang membongkar busi saat mesin masih panas. Padahal, tindakan itu tidak dianjurkan dan berdampak buruk buat mesin mobil atau sepeda motor.

Sangat dianjurkan sebentar menunggu kondisi mesin dingin untuk melepas busi. Sebab, membuka busi saat keadaan mesin panas akan membuat drat busi cepat dol. Apabila hal ini terjadi, maka solusinya harus mengganti head silinder baru atau membuat ulang drat busi di tukang bubut.

Kedua cara di atas tentu membutuhkan waktu dan yang pasti menyiapkan anggaran berlebih. Tentu lebih baik menghindari ketimbang memaksakan kehendak melepas busi dalam keadaan mesin panas yang resikonya menjadi lebih patal.

Salah satu hal penting yang patut diperhatikan pada busi yakni, jangan sampai salah alias sembarangan bongkar-pasang busi. Sebab tiap busi punya spesifikasi masing-masing. Mesti ukuran dratnya sama, bisa saja panjangnya berbeda.

Apabila kasus ini terjadi, tentu bisa bermasalah besar pula, seperti motor Anda yang seharusnya memakai busi pendek, tapi Anda pakai busi panjang, Dampak buruknya, bisa-bisa dihajar piston atau klep, hingga klep kemudian jadi bengkok.

Demikian tips untuk membedakan aki soak atau kurang strum dan dampak melepas busi dalam keadaan mesin panas. Semoga dapat bermanfaat.


Advertisement
Tips Mudah Membedakan Aki Soak dan Kurang Setrum | Rohidin Thea | 5

0 komentar:

Post a Comment