BAHAN BAKAR SOLAR DAN BIODIESEL

Advertisement
Seperti kita ketahui bahwa mesin/motor bakar yang mempunyai CC besar hampir rata-rata didominasi oleh mesin yang disebut Mesin Diesel. Adapun mesin diesel ini banyak digunakan pada kendaraan-kendaraan operasi berat, misalnya mobil untuk operasi berat, Truk, Tronton, Bus dan untuk yg kelas sedang ada Isuzu Fanther, Kijang Diesel, dll. Mesin Diesel untuk operasi berat sperti Tractor, Dozer, Giling aspal dan masih banyak yang lainya. Semua yang disebutkan di atas adalah kendaraan-kendaraan yang menggunakan bahan bakar solar. Seiring dengan berkembangnya teknologi perminyakan, maka untuk sekarang ini sudah banyak kendaraan bermesin diesel yang menggunakan bahan bakar jenis baru yang disebut BioDiesel.


Baiklah kita bahas dari kedua bahan bakar di atas yaitu Solar dan BioDiesel.

A.    BAHAN BAKAR SOLAR



1.    Sifat utama dari bahan bakar diesel
   Bahan bakar diesel jenis solar biasa juga disebut light oil, adalah suatu campuran dari hydrocarbon yang telah di distilasi setelah bensin dan minyak tanah dari minyak mentah pada temperatur 200 C sampai 340 C. Sebagian besar solar digunakan untuk menggerakkan mesin diesel. Bahan bakar diesel mempunyai sifat utama sebagai berikut.
1.  Tidak berwarna atau sedikit kekuning-kuningan dan berbau.
2.  Encer dan tidak menguap dibawah temperatur normal.
3.  Mempunyai titik nyala tinggi (40 C-100 C).
4. Terbakar spontan pada 350 C, sedikit dibawah temperatur bensin yang terbakar 
     sendiri sekitar 500 C
5.  Mempunyai berat jenis 0,82-0,86.
6.  Menimbulkan panas yang besar (sekitar 10.500 kcal/kg).
7.  Mempunyai kandungan sulfur lebih besar dibanding bensin.

2.    Syarat-syarat solar
Solar yang diperlukan sebagai bahan bakar mesin diesel ini harus memenuhi syarat sebagai berikut :
a. Mudah terbakar.
Waktu tertundanya pembakaran harus pendek/singkat sehingga engine mudah dihidupkan. Solar harus dapat memungkinkan mesin bekerja lembut dengan sedikit knocking.

b. Tetap encer pada suhu dingin (tidak mudah membeku).
Solar harus tetap cair pada temperatur rendah sehingga mesin akan mudah dihidupkan dan berputar lembut.

     c. Daya Pelumasan.
Solar juga berfungsi sebagai pelumas untuk pompa injeksi dan nosel. Oleh karena itu harus mempunyai sifat daya pelumas yang baik.

     d. Kekentalan
Solar harus mempunyai kekentalan yang memadai sehingga dapat disemprotkan oleh injektor.

     e. Kandungan Sulfur
Sulfur merusak pemakaian komponen mesin, dan kandungan sulfur solar harus sekecil mungkin.

     f. Stabil
Tidak berubah alam kualitas, tidak mudah larut selama disimpan.

3.    Nomor Cetane(Cetane Number)
Nomor cetane atau tingkatan dari solar adalah satu cara untuk mengontrol bahan bakar solar dalam kemampuan untuk pencegah terjadinya knocking. Tingkatan yang lebih besar memiliki kemampuan yang lebih baik. Ada dua skala indek untuk mengontrol kemampuan solar untuk mencegah knocking dan mudah terbakar yaitu cetane index dan diesel index. Minimal tingkatan cetane yang dapat diterima untuk bahan bakar yang digunakan untuk mesin diesel kecepatan tinggi umumnya 40-45.

Oleh karena, itu mesin diesel perbandingan kompresinya (15:1-22:1) lebih tinggi daripada mesin bensin(6:1-12:1) dan juga mesin diesel dibuat dengan kontruksi yang jauh lebih kuat dari pada mesin bensin.
Dibandingkan dengan mesin bensin pada mesin diesel mempunyai keuntungan dan kerugian sebagai berikut:

Keuntungan :
1. Mesin diesel mempunyai efesiensi panas yang lebih besar. Hal ini berarti bahwa penggunaan bahan bakarnya lebih ekonomis dari pada engine bensin.

2. Mesin diesel bisa lebih lama dan tidak memerlukan electric igniter. Hal ini berarti bahwa kemungkinan kesulitan lebih kecil daripada engine bensin.

3. Momen pada engine diesel tidak berubah pada jenjang tingkat kecepatan yang luas. Hal ini berarti bahwa engine diesel  lebih fleksibel dan lebih mudah dioperasikan dari pada engine bensin(Hal inilah sebabnya engine diesel digunakan pada kendaraan-kendaraan yang besar).

Kerugian
1Tekanan pembakaran maksimum hampir dua kali mesin bensin. Hal ini berarti bahwa suara dan getaran mesin diesel lebih besar.

2. Tekanan pembakarannya yang lebih tinggi, maka mesin diesel harus dibuat dari bahan yang tahan tekanan tinggi dan harus mempunyai struktur yang sangat. Hal ini berarti bahwa untuk daya kuda yang sama, mesin diesel jauh lebih berat dari pada mesin bensin dan biaya pembuatannya pun menjadi lebih mahal.

3. Mesin diesel memerlukan sistem injeksi bahan bakar yang presisi. Dan ini berarti bahwa harganya lebih mahal dan memerlukan pemeliharaan yang lebih cermat dibanding dengan mesin bensin.

4. Mesin diesel mempunyai perbandingan kompresi yang lebih tinggi dan membutuhkan gaya yang lebih besar untuk memutarnya. Oleh karena itu mesin diesel memerlukan alat pemutar seperti motor stater dan baterai yang berkapasitas lebih besar.

B.     BAHAN BAKAR BIODIESEL



1.      Pengertian bahan bakar BioDisel

Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono--alkyl ester dari rantai panjang asam. Sebuah proses dari transesterifikasi lipid digunakan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang asam lemak bebas. Setelah melewati proses ini, tidak seperti minyak sayur langsung, biodiesel memiliki sifat pembakaran yang mirip dengan diesel (solar) dari minyak bumi, dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, dia lebih sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan bahan bakar diesel petrol murni ultra rendah belerang yang rendah pelumas.

Biodiesel merupakan kandidat yang paling baik untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi transportasi utama dunia, karena biodiesel merupakan bahan bakar terbaharui yang dapat menggantikan diesel petrol di mesin sekarang ini dan dapat diangkut dan dijual dengan menggunakan insfrastruktur zaman sekarang.

Penggunaan dan produksi biodiesel meningkat dengan cepat, terutama di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia, meskipun dalam pasar masih sebagian kecil saja dari penjualan bahan bakar. Pertumbuhan SPBU membuat semakin banyaknya penyediaan biodiesel kepada konsumen dan Juga pertumbuhan kendaraan yang menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar. lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui. Seperti minyak sayur atau lemak hewan.

2. Membuat biodiesel

Pada skala kecil dapat dilakukan dengan bahan minyak goreng 1 liter yang baru atau bekas. Methanol sebanyak 200 ml atau 0.2 liter. Soda api atau NaOH 3,5 gram untuk minyak goreng bersih, jika minyak bekas diperlukan 4,5 gram atau mungkin lebih. Kelebihan ini diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas atau FFA yang banyak pada minyak goreng bekas. Dapat pula mempergunakan KOH namun mempunyai harga lebih mahal dan diperlukan 1,4 kali lebih banyak dari soda. Proses pembuatan; Soda api dilarutkan dalam Methanol dan kemudian dimasukan kedalam minyak dipanaskan sekitar 55 oC, diaduk dengan cepat selama 15-20 menit kemudian dibiarkan dalam keadaan dingin semalam. Maka akan diperoleh biodiesel pada bagian atas dengan warna jernih kekuningan dan sedikit bagian bawah campuran antara sabun dari FFA, sisa methanol yang tidak bereaksi dan glyserin sekitar 79 ml. Biodiesel yang merupakan cairan kekuningan pada bagian atas dipisahkan dengan mudah dengan menuang dan menyingkirkan bagian bawah dari cairan. Untuk skala besar produk bagian bawah dapat dimurnikan untuk memperoleh gliserin yang berharga mahal, juga sabun dan sisa methanol yang tidak bereaksi

Mengapa minyak bekas mengandung asam lemak bebas?.

Ketika minyak digunakan untuk menggoreng terjadi peristiwa oksidasi, hidrolisis yang memecah molekul minyak menjadi asam. Proses ini bertambah besar dengan pemanasan yang tinggi dan waktu yang lama selama penggorengan makanan. Adanya asam lemak bebas dalam minyak goreng tidak bagus pada kesehatan. FFA dapat pula menjadi ester jika bereaksi dengan methanol, sedang jika bereaksi dengan soda akan mebentuk sabun. Produk biodiesel harus dimurnikan dari produk samping, gliserin, sabun sisa methanol dan soda. Sisa soda yang ada pada biodiesel dapat henghidrolisa dan memecah biodiesel menjadi FFA yang kemudian terlarut dalam biodiesel itu sendiri. Kandungan FFA dalam biodiesel tidak bagus karena dapat menyumbat filter atau saringan dengan endapan dan menjadi korosi pada logam mesin diesel.

Demikianlah artikel bahasan tentang Solar dan BioDiesel yang dapat sy jelaskan, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.


Advertisement
BAHAN BAKAR SOLAR DAN BIODIESEL | Rohidin Thea | 5

0 komentar:

Post a Comment