DESKRIPSI BELAJAR

Advertisement

     Belajar adalah suatu proses perubahan yang relatif tetap dalam prilaku individu sebagai hasil dari pengalaman. Adanya perubahan perilaku sebagai hasil dari kegiatan, sesuatu yang dilihat, diketahui atau didengar yang merupakan pengalaman baru bagi individu yang mengendap pada ingatan diri individu tersebut.
   
   
Proses belajar terjadi karena siswa memperoleh sesuatu yang ada dilingkungan sekitar yang dipelajari oleh siswa berupa keadaan alam, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia atau hal-hal yang dijadikan bahan belajar. Kegiatan belajar yang berupa prilaku komplek tersebut telah lama menjadi objek keilmuan. Kompleknya prilaku belajar tersebut dapat menimbulkan berbagai teori belajar.
Menurut Thursan H. mengatakan belajar merupakan suatu proses perbahan didalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku, seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain kemampuan.[1
 Dari pandangan seorang guru, kegiatan belajar siswa merupakan akibat dari tindakan mendidik atau kegiatan mengajar. Proses belajar siswa tersebut menghasilkan prilaku yang dikehendaki dan suatu hasil belajar sebagai dampak pengajaran. Ditinjau dari segi pembelajaran, maka dampak pengajaran tersebut sejalan dengan tujuan pembelajaran.[2]
Skinner berpandangan bahwa belajar merupakan suatu prilaku pada saat orang belajar, maka responya menjadi lebih baik. Sebaliknya, jika ia tidak belajar maka resposnya menurun. Dalam belajar ditemukan adanya hal berikut:
1.      Kesempatan terjadinya peristiwa yang menimbulkan respons belajar.
2.      Respons si pembelajar.
3.      Konsekuensi yang bersifat menguatkan respons tersebut.
Pemerkuat terjadi pada stimulus yang menguatkan konsekuensi tersebut. Sebagai ilustrasi, prilaku respon sipebelajar yang baik diberikan hadiah. Namun sebaliknya, prilaku yang tidak baik diberi teguran dan hukuman.
         Sedangkan menurut Gagne, belajar adalah kegiatan yang kompleks. Hasil belajar berupa kapabilitas setelah belajar orang memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai. Timbulnya kapabilitas tersebut adalah dari lingkungan dan proses kognitif yang dilakukan oleh pelajar. Dengan demikian, belajar merupakan seperangkat proses informasi, menjadi kapabilitas baru.
         Menurut Gagne belajar terdiri dari tiga komponen penting, yaitu kondisi eksternal, kondisi internal, dan hasil belajar.
         Belajar merupakan proses yang berlangsung terus-menerus pada setiap induktif manusia. Pada dasarnya belajar itu terjadi perubahan tingkah laku pada situasi tertentu dan perubahan tingkah laku itu bersifat relatif menetap. Perubahan tersebut terjadi karena adanya latihan dan pengalaman.
         Belajar terjadi jika situasi stimulus bersama dalam isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa, sehingga perubahanya (performance) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi ke waktu setelah ia mengalami situasi tersebut.[3]
         Proses belajar merupakan hal kompleks. Siswalah yang menentukan terjadi atau tidak terjadinya belajar. Untuk bertindak belajar siswa menghadapi masalah-masalah secara intern. Jika siswa tidak dapat mengatasi masalahnya maka ia tidak belajar dengan baik.[4]
         Pengertian tentang belajar yang dikemukakan Thorndike dengan teori Koneksionisme atau teori Psikologi Asosiasi yang berangkat dari salah satu hukum belajarnya “Law of exercise”, bahwa belajar ialah pembentukan hubungan antara stimulus dan respons, dan pengulangan terhadap pengalaman-pengalaman itu memperbesar peluang timbulnya respons benar.[5]
            Psikologi Conditioning yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari Koneksionisme juga menekankan pentingnya pengulangan dalam belajar. Kalau pada Koneksionisme, belajar adalah pembenmtukan hubungan stimulus dan respons, maka pada psikologi conditioning, respons akan timbul bukan karena saja oleh stimulus, tetapi juga oleh stimulus yang dikondisikan. Banyak tingkah laku manusia yang terjadi karena kondisi, misdal siswa berbaris masuk kelas karena mendengar lonceng berbunyi, kendaraan berhenti karena lampu lampu lalu lintas berwarna merah
         Belajar menurut Sumadi Suryabrata adalah perubahan tingkah laku pada diri seseorang dapat diamati dan berlaku dalam waktu relative lama yang disertai usaha orang tersebut. Shingga orang itu tidak mampu mengerjakan sesuatu menjadi mampu mengerjakan. Menurut Sumadi Suryabrata, bahwa belajar adalah aktivitas yang menghasilkan perubahan pada diri individu yang belajar, bai actual maupun potensial, perubahan itu pada pokoknya baru berlaku dalam waktu yang relatip lama, perubahan itu terjadi kerena usaha yang terus menerus.[6]
         Menurut Sumadi Suryabrata belajar mengandung tiga pokok persoalan, yaitu:
1.      Persoalan mengenai input, yaitu persoalan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi belajar.
2.      Persoalan mengenai proses, yaitu persoalan mengenai bagaimana belajar itu berlangsung dan prinsip-prinsip apa yang mempengaruhi proses belajar itu.
3.      Persoalan mengenai output, yaitu persoalan mengenai hasil belajar.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah  suatu proses yang berlangsung terus menerus pada setiap individu yang dapat merubah tingkah laku pada situasi tertentu dan perubahanya relative menetap karena latihan dan pengalaman dan tentunya kearah yang lebih baik.


[1] Thursan Hakim.2000.Belajar Secara Efektif. Jakarta: Puspa Swara, h. 1

[2] Dimyati dan Mujiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta, h. 38.
[3] James O. Whitaker. 1987. Introduction of Pysiology, h. 2.
[4] Udin S. Winataputra. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Depdikbud, h. 23.
[5] Oemar Hamalik. 2003.  Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara, h. 67.
[6] Sumadi Suryabrata. 1979. Teknologi Pembinaan Mahasiswa. Yogyakarta: UGM, h. 73.

Advertisement
DESKRIPSI BELAJAR | Rohidin Thea | 5

0 komentar:

Post a Comment